Panorama dari Gunung Bungsu (klik gambar untuk memperbesar)
Berawal dari cerita (pamer) teman kantor yang habis makan siang di tempat yang cukup eksotis menurut dia. Dengan menggebu-gebu diceritakanlah bahwa dia baru saja menemukan spot tempat makan baru yang sangat recommended dan lokasinya berada di atas bukit. Whatt?? diatas bukit? saya berfikir kurang kerjaan sekali teman saya ini, mau makan saja harus naik ke atas bukit. Saya pun pura-pura tidak tertarik dan mengabaikan cerita teman saya tersebut. Tetapi semakin lama, rasa penasaran semakin besar dan saya menyerah... Saya tanya dimana lokasinya, tetapi berhubung teman saya ini juga bukan orang asli Payakumbuh, jadi saya hanya mendapat satu nama daerah yaitu Taeh Bukit dan nama tempat makannya yaitu Rumah Bako.
Mulailah pencarian saya terhadap si Rumah Bako ini, agak susah karena letaknya cukup jauh dari jalan raya dan seperti yang dijelaskan teman saya tadi, yaitu lokasinya diatas bukit. Akhirnya setelah menajamkan panca indera yaitu melihat papan petunjuk jalan dan mendengarkan saran dari orang - orang yang saya temui, Saya mendapati jalan berliku, kemudian ada pendakian lumayan tinggi. Sepertiga habis pendakian, terlihatlah Rumah Bako Cafe yang dindingnya didominasi kaca polos tebal. Halaman Rumah Bako Cafe lumayan luas, meja dan kursi tersusun apik. Desain bangunannya juga cukup unik dengan hiasan foto-foto dan buku untuk menemani menikmati suasana. Dan menurut saya yang paling juara adalah suguhan pemandangan alam yang sungguh sangat luar biasa. Kalau cuaca cerah tak berkabut, tampak dengan jelas pemandangan Gunung Sago, Gunung
Merapi, dan Gunung Singgalang sekaligus. Lebih mengasyikan pula, tampak bentangan
sawah- sawah, kebun, kolam ikan yang diairi Batang Sinamar serta Kota
Payakumbuh.
Papan nama Rumah Bako dengan background sawah dan gunung
Tempat makan outdoor bagi yang ingin menikmati sejuknya udara dan indahnya pemandangan
Rumah makan atau cafe ini bernama Rumah Bako, bako istilah dalam bahasa minang dimana si anak memanggil keluarga ayahnya, mendapat
kedudukan yang istimewa juga di hati sang anak. Karena keseharian si
anak yang berada di keluarga sang ibu, maka pada saat si anak pergi kerumah bako-nya, sering dia mendapat perlakuan agak istimewa oleh keluarga bakonya ini. Mungkin filosofi ini yang pengen diambil oleh sang pemilik yang ingin tamu yang datang berkunjung ke sini merasa diistimewakan dan betah berada di tempat ini.
Rumah bako tampak dari depan
Cafe Rumah Bako berdiri 8 Juni 2012, dan dalam peresmian tersebut ditandai penandatanganan batu prasasati oleh Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota dr.Alis
Marajo Dt.Sori Marajo juga
dihadiri Anggota DPRD Lima Puluh Kota, Ninik Mamak, Tokoh Masyarakat, Kepala
SKPD dan lapisan masyarakat pemuda dan perangkat nagari. Sejak diresmikan tersebut, puluhan pengunjung berdatangan setiap hari, termasuk Muspida kota
Payakumbuh dan kabupaten Limapuluh Kota, dan sering menikmati hidangan
makanan dan berbagai minuman di Rumah Bako. Apalagi kalau di daerah Taeh Bukit ini digelar event Paralayang seperti Porprov XII,
Kejurda Paralayang Seri I, Carnaval Basafa dipuncak Gunung Bungsu, dan
muda – mudi yang menikmati objek rekreasi “ Air Songsang “, tak jauh
dari Rumah Bako ini.
Piring testimoni dari para pengunjung
Sarang Burung Manyar, Lazim ditemui di rumah makan Minangkabau
Untuk makanannya, kemarin saya mencoba memesan ikan bakar dan ayam bakar. Untuk rasanya cukup enak dan unik dimana selain sambal cabai merah dan hijau turut dihidangkan pula bumbu kacang, namun berbeda dengan bumbu kacang yang diperuntukkan untuk sate maupun pecel. Teksturnya lebih encer dari sambal pecel tetapi sedikit lebih pedas dari bumbu kacang untuk sate. Paduan rasanya unik dan cocok saat dipadukan dengan ayam bakar dan sambal merah atau hijau. Tetapi ada sedikit yang agak mengganggu yaitu cara penyajian makanan di piring atau platingnya masih sedikit "berantakan". Untuk ukuran cafe seperti ini seharusnya makanannya bisa tampil lebih menarik dan rapi. Tapi secara keseluruhan, tempat ini sangat recommended bagi yang ingin menikmati pemandangan Kota Payakumbuh nan eksotis dari ketinggian dan bisa juga mencoba paralayang pada waktu angin dan cuaca sedang bagus, apalagi disini juga sering diadakan Kegiatan
Komunitas/ Hangout, Photography service, Studio Alam dan Gallery, Pesta Ulang
Tahun/ Pernikahan, Meeting/ Pertemuan dan Live Band
Performance, InternetCorner dan Book’s Club.
Plating yang masih kurang rapi menurut saya
Keren banget pemandangannya apalagi ditemani kuliner yang manyoos di udara yang sejuk.
BalasHapusiya mas... pemandangannya tu kayak ngingetin gambar jaman SD, dimana ada gunung, sungai dan sawah... :)
Hapusterima kasih sudah mampir...
masa SD masa paling menarik.
Hapuswww.indonesianholic.com
Rumah Bako = Rumah Saudara Perempuan dari Bapak kita....
BalasHapusSedangkan Bako memanggil Kita = Anak Pisang...
Kalo nenek dari Bapak = Induak Bako...
Mungkin Artinya klo dilihat dari suasana nya berarti makan senyaman dan seenak makan di rumah Saudara Bapak....
halah gitu kali ya...
Bisa jadi... Bisa Jadi...
HapusMohon koreksi kalo ada yang salah dari istilah saya... soalnya kebetulan bukan orang minang asli... hehehe
Kebayang makan yg anget-anget di tempat dingin seperti itu. Saya pasti nambah beberapa kali nasinya :D
BalasHapusnah itu mas, berhubung udaranya dingin.. jadi makanan dan minuman kayaknya kurang bisa bertahan lama panasnya... seperti capucino saya yang cepet banget jadi dinginnya... :-)
HapusHarus cepat-cepat dimasukkan perut kalau gitu :D
HapusIya, daripada minum es cappucino di gunung... :p
HapusAlamat enak banget makanannya... Apalagi makan sambil disuguhi pemandangan alam yang begitu mempesona.. Memang indah Alam indonesia ini.. Wujud keagungan tuhan tuh,, gunung sebagai paku nya bumi agar bumi tak bergerak.
BalasHapusmakanan paling enak menurut saya itu memang di gunung... entah karena udara dinginnya atau karena emang lagi laperr...hhe
Hapusmakasih udah mampir... :)