2 Agt 2015

O'pallet Coffee and Cullinary, Cita Rasa Internasional dengan Harga Lokal

Sekian lama merantau, membuat saya sedikit melewatkan perkembangan kuliner di kota kelahiran saya, Boyolali. Beberapa tahun ke belakang mungkin apabila ingin melakukan wisata kuliner di Boyolali pilihannya tidaklah terlalu beragam. Yang pasti terngiang dan menjadi pilihan utama adalah soto, yang tidak bisa dipungkiri semakin menjamur di Boyolali dengan segala cita rasanya yang khas. Namun pada saat mudik lebaran tahun 2015 ini, saya melihat perkembangan Boyolali cukup menggembirakan terutama di bidang kuliner. Bermunculannya rumah makan serta kafe dengan menu-menu “baru” semakin menambah referensi dalam hal memanjakan lidah.

Dan salah satu tempat makan yang lagi “hits” di kalangan anak muda Boyolali adalah O’pallet Coffee and Culinary yang berlokasi tepat di belakang  SMP 2 Boyolali. Ada beberapa hal yang membuat saya cukup berdecak kagum adalah, mayoritas pengelola kafe ini adalah anak muda dan juga keberhasilan mereka menyulap lokasi kafe yang sebelumnya kosong dan terbengkalai menjadi suatu lokasi berkumpul dan makan yang cukup “cozy”. 


Alternatif tempat berkumpul bersama kawan maupun keluarga

Menu yang ditawarkan disini sangat beragam, mulai dari menu lokal sampai internasional seperti sushi, teriyaki, dan cemilan Nachos yang berasal dari Mexico. Aneka minuman segar seperti cocktail dan juga tentunya racikan kopi yang pasti akan memanjakan para penikmat kafein.  Rasanya akan betah untuk berlama-lama menghabiskan waktu dengan teman-teman atau keluarga. Untuk harga, sangat bersahabat sekali dengan kantong pelajar atau mahasiswa atau karyawan di tanggal tua…hehehe sangat worthed menurut saya.

 Chicken Katsu | 11K

 Sushi Roll | 13K

Chicken Teriyaki | lupa harganya ^_^

Semoga Boyolali, Kota kecil tempat kelahiran saya bisa semakin berkembang dengan segala macam potensi daerahnya. Dan jangan lupa untuk tetap selalu TERSENYUM J

24 Mei 2015

Taman Balekambang, Paru-Paru Kota Solo



Taman atau hutan kota ini seakan menjadi oase di tengah teriknya cuaca kota Solo di siang hari. Terdiri dari belasan atau mungkin puluhan pohon rindang yang berumur cukup tua dan langka, serta juga aneka satwa yang memang sengaja dipelihara seperti rusa jawa, angsa dan monyet. Terdapat pula kolam air yang berfungsi sebagai resapan air Kota Solo. Boleh dibilang tempat ini adalah alternatif tempat wisata yang murah meriah untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, pasangan, relasi dan lainnya.

Taman Balekambang mulanya bernama Partini Tuin yang berarti Taman Air Partini  dan Partinah Bosch yang berarti Hutan Partinah. Lalu siapakah Partini dan Partinah ini? Partini yang bernama lengkap GRAy Partini Husein Djayaningrat dan Partinah atau GRAy Partinah Sukanta adalah putri dari KGPAA Mangkunegara VII selaku penguasa Surakarta pada saat itu. Taman ini dibangun pada tanggal 26 Oktober 1921 sebagai rasa sayang beliau pada kedua putrinya. Taman Balekambang bergaya arsitektur Jawa dan Eropa ini pada mulanya hanya diperuntukkan untuk kalangan kerajaan dan tidak dibuka untuk umum. Baru pada masa KGPAA Mangkunegara VIII taman ini baru dibuka untuk umum. 
Partinah Bosch

 
Partini Tuin
  
Taman Balekambang juga menjadi saksi masa Keemasan grup lawak Srimulat yang  berkibar di Solo setelah hijrah dari Surabaya, hingga mencuatkan nama-nama pelawak seperti Gepeng, Pete, dan Jujuk, sebelum akhirnya juga menyerah pada takdir, gulung tikar. Masa kelam Balekambang adalah justru terjadi sepeninggal Srimulat. Banyak dari pelaku seni dan penduduk sekitar membangun rumah semi permanen yang illegal dan mereka  membuka usaha pijat “plus-plus” untuk melayani para pengunjung taman. Diskotik dengan aroma prostitusi pun mulai merebak di kawasan ini. Banyak aset kerajaan dirusak oleh para pengunjung dan penduduk sekitar. Taman Balekambang pun berubah menjadi daerah yang kumuh, rawan dan juga mengerikan. dan pada tahun 2008 dilakukan revitalisasi oleh walikota Solo saat itu Jokowi dan Taman Balekambang mulai dimultifungsikan sebagai taman seni & budaya, taman botani, taman edukasi, dan taman rekreasi.


 Petunjuk jalan, agar tidak tersesat

Di bagian paling belakang, terdapat Taman Reptil Balekambang. Taman ini baru diresmikan pada tahun 2012. Hadirnya taman ini tidak terlepas dari banyaknya komunitas pecinta reptil yang berkumpul di Taman Balekambang. Karena komunitas tersebut tidak memiliki tempat yang tetap, dibangunlah taman reptil ini. Seluruh koleksi yang ada di taman reptil ini merupakan sumbangan dari komunitas pecinta reptil. Selain itu, perawatan sehari-hari koleksi reptil di sini juga menjadi tanggung jawab komunitas pecinta reptil.

Bagi yang gemar fotografi, taman ini sangat layak dijadikan referensi karena desain arsitektur Eropa dan banyak landscape taman yang sangat menarik untuk dijadikan objek foto. Tentunya, tempat wisata ini tepat bagi Anda yang tak ingin mengeluarkan banyak kocek untuk sekadar menyegarkan pikiran. Karena tidak dikenai tiket masuk, pengunjung hanya perlu membayar tarif parkir bagi yang membawa kendaraan bermotor.






 Beberapa Wahana Air di Taman Balekambang



luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com