12 Feb 2014

Serunya Bertualang di Taman Pintar

    Bosan dengan tempat wisata yang biasa? Ingin mencoba sensasi liburan yang lain? Mungkin Taman Pintar ini bisa menjadi jawabannya. Berada di jantung kota Jogja dan masih satu komplek dengan Benteng Vredeburg dan Malioboro menjadikan lokasi Taman Pintar ini sangat strategis. Jangan takut apabila nanti masuk ke taman ini kita akan dites dengan soal-soal yang rumit bin njlimet, karena itu semua tidak akan terjadi. Yang ada kita akan bertambah pengetahuan terutama di bidang science dengan cara yang menyenangkan.

Bagian depan Taman Pintar

    Memang selama ini Taman Pintar identik dengan anak-anak karena banyaknya wahana permainan disana yang mengundang anak-anak untuk betah berlama-lama di Taman ini. Namun jangan salah, dibalik wahana permainan tersebut ada banyak manfaat yang luar biasa. Di sinilah Anda bisa bereksplorasi dengan aneka ilmu pengetahuan. Jangan pernah menganggap diri kita anak sekolah. Tetapi anggaplah diri sebagai traveler yang suka menjelajah :)

     Halaman Taman Pintar cukup luas disebut dengan area PlayGround. Di area ini terdapat bermacam permainan yang menggunakan konsep fisika sederhana seperti sistem katrol, Parabola berbisik, hingga Dinding Berdendang. Apabila ingin menikmati area PlayGround ini tidak dipungut biaya alias gratis, namun apabila kita ingin masuk ke dalam bangunan yaitu Gedung Memorabilia dan Gedung Oval maka terlebih dahulu harus membeli tiket sebesar Rp15.000,00 untuk dewasa dan Rp8.000,00 untuk anak-anak.

 
Gedung Oval

    Setelah membeli tiket, saya langsung menyerahkannya ke petugas didepan gedung oval, dengan ramah petugas tersebut mengarahkan bahwa saya harus memasuki ruang memorabilia terlebih dahulu sebelum masuk ke gedung oval. Jadi sudah ada semacam rute yang harus dilalui pengunjung agar suasana lebih tertib terutama di masa liburan sekolah yang pengunjungnya bisa sangat banyak. Di ruang Memorabilia ini para pengunjung dapat melihat  miniatur bangunan keraton Yogyakarta secara detail dan menyeluruh, ada pula foto raja-raja dari Keraton Yogyakarta, mulai dari Hamengkubuwono I sampai dengan raja yang sekarang bertahta, Yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono X. Selain foto para raja, di tempat ini pula terdapat foto tokoh-tokoh Pendidikan di Indonesia, dan juga foto-foto Presiden  yang pernah memimpin NKRI, mulai dari Sukarno sampai dengan presiden SBY. Ada pula peninggalan beberapa presiden yang pernah menjabat di Republik ini. Ada buku karangan Pak SBY, ada baju mantan Presiden Gus Dur dan lainnya.



 Baju Koko Mantan Presiden Gus Dur (alm) dan Barang-barang milik Presiden SBY

    Dari Ruang Memorabilia, perjalanan dilanjutkan ke Gedung Oval. Begitu masuk, kita akan sampai di ruang depan, dimana terdapat layar TV di lantai di sayap kanan dan kiri ruangan yang menayangkan video penelitian tentang terbentuknya alam semesta, kehidupan pra sejarah, dll. Dari ruang depan itu nampak sebuah terowongan pendek yang ternyata adalah sebuah terowongan bawah air yang menembus Aquarium Air Tawar. Dari balik kaca yang memisahkan terowongan dengan aquarium, nampak aneka jenis ikan air tawar mulai dari lele, gurami, dsb berenang-renang dengan bebas. Melangkah masuk, tiba-tiba saya dikejutkan denga suara raungan yang cukup keras dari patung T-rex yang cukup besar yang menyambut saya. Ternyata ini adalah area pra sejarah, dimana ada diorama manusia purba yang sedang berusaha menyalakan api untuk memasak dan juga berburu hewan sambil memegang tombak. . 

    Cukup spooky menurut saya berada disini, jadi saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan dan menemukan sebuah Dome Area (area kubah). Sebuah ruangan berbentuk lingkaran yang besar dan tinggi segera nampak. Di pinggir ruangan ini ada beberapa stand yang memeragakan alat-alat iptek sederhana seperti Whimshurst Machine, Generator Van de Graft, Air track (rel udara), peta kenampakan alam Indonesia lengkap dengan lampu-lampu kecil warna-warni yang menandai letak gunung, sungai, danau, dsb, pemadam kebakaran otomatis, pendeteksi banjir, tempat wudhu otomatis yang langsung menyala begitu kita injak lantainya, dsb. Setelah itu ada jalan memutar berbentuk oval naik ke lantai 2 dengan foto tokoh-tokoh dunia seperti Copernicus, Einstein, dsb serta poster planet-planet tata surya kita di sepanjang dindingnya. Lantai 2 gedung oval berisi alat peraga tentang alam semesta, bumi kita, simulator gempa, simulator dan detector tsunami, peraga listrik, teknologi konstruksi, zona telekomunikasi dan try science around the world.

 Bagian dalam Gedung Oval

 Diorama Kota Jogja

Zona Warisan Leluhur, menampilkan aset-aset budaya yang tak ternilai harganya.

    
    Selain Gedung Oval, masih ada lagi Gedung Kotak. Dalam gedung ini terdapat bioskop 4 Dimensi yang dapat dinikmati bersama keluarga. Cukup membayar Rp. 15.000 per orang untuk menonton satu film. Rencananya di Gedung Kotak ini juga akan terdapat Exhibition Hall, Ruang Audiovisual, Radio Anak jogja, Souvenir Counter, zona materi dasar dan penerapan iptek, laboratorium sains, serta Courses Classes.

    Apakah menurut anda hanya itu yang ditawarkan oleh Taman Pintar Yogyakarta? Tentu saja tidak. Masih banyak lagi alat peraga yang dapat dicoba saat berkunjung ke Taman Pintar. Dengan motto 3-N, yaitu : Niteni (memahami atau mengingat), Nirokake (menirukan), Nambahi (mengembangkan), atau dalam bahasa teknologi menjadi 3-A, yaitu : Adopt, Adapt, Advance, maka diharapkan Taman Pintar ini dapat menjadi salah satu sarana untuk mencerdaskan bangsa. Jadi, Gak kalah seru kan "bertualang" di tempat wisata edukasi?

"Gong perdamaian Nusantara (sarana persaudaraan dan pemersatu bangsa)". Di sekeliling gong tersebut nampak logo dari semua propinsi dan kabupaten yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 Emm... abaikan saja foto ini :-)
Lokasi: Yogyakarta, Indonesia

6 komentar:

  1. Peninggalan presiden seperti bola voli dan seragamnya itu kok terasa sebagai pencitraan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, untung aja lagu2nya gak dijadiin backsound sekalian... :)

      Hapus
  2. Kalo sampe lagu sby jd backsong nya itu sungguh keterlaluan ;-( jd langsung mual

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya turut Prihatin mas, kalo sampe itu terjadi... :(

      Hapus
  3. seumur-umur tinggal di Jogja sampai sekarang malah saya belum pernah masuk ke Taman Pintar :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya sih gitu mas... saya cukup lama tinggal di solo juga belum pernah masuk ke keraton solo... :)

      Hapus

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com